Sabtu, 22 Februari 2020

SEJARAH JALUR KERETA API LINTAS KAMPUNG BARU-PANCUR BATU

Jalur kereta api Kampung Baru-Pancur Batu pada awalnya digunakan sebagai sarana pengangkut hasil-hasil perkebunan beralih fungsi sebagai angkutan umum ketika perkebunan-perkebunan di Arnhemia berhenti beroperasi. Terutama digunakan oleh penduduk Arnhemia yang bekerja di Kota Medan.

Perkebunan tembakau di Pancur Batu. Foto: Tropen Museum

Jalur ini meliputi 5 Stasiun yaitu; Kampung Baru, Gedung Johor, Padang Bulan, Bekala, Pancur batu.

Dengan kereta api, perjalanan menuju stasiun kereta api pusat di depan Lapangan Merdeka hanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga Pancur Batu. Tapi itu ketika mesin kereta masih bagus, setelah bertahun-tahun dan mesin mulai rusak kereta sering mogok dijalan dan harus diperbaiki. Perjalanan malah jadi lebih lambat, di jalan bisa makan waktu satu setengah jam. Akhirnya peran kereta tergantikan dengan angkutan umum lainnya yang lebih cepat dan efesien. Jalur ini kemudian ditutup pada tahun 1973.

Stasiun Gedungjohor

Stasiun Gedungjohor GDH berada di km 1+709.

Stasiun Padangbulan

Stasiun Padangbulan PNU berada di km 5+154

Stasiun Bekala

Stasiun Bekala BEK berada di km 10+246

Stasiun Pancur Batu 

Stasiun Arnhemia, Pancur Batu pada tahun 1920
Stasiun Pancur Batu (PCB) berada di km 14+872atau tepatnya Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu kabupaten Deliserdang. dahulu stasiun ini disebut dengan nama arnhemia. Stasiun ini dibangun pada tahun 1907 dengan tujuan awal untuk melayani angkutan perkebunan tembakau milik Rotterdam Deli.

Kini kawasan emplasemen stasiun sudah dipadati rumah penduduk yang kebanyakan dari mereka adalah anggota bekas karyawan perusahaan kereta api DSM.

Bangunan eks Stasiun Pancur Batu kini menjadi rumah penduduk

Kawasan emplasemen Stasiun Pancur Batu yang sudah dipadati rumah penduduk.